Kabar Berita 


Ketua PA Lpk menghadiri Peresmian Kantor Penghubung KY

          Medan, Kamis 02 Maret 2018, Ketua PA. Lubuk Pakam (Drs. H. Amir Hamzah, SH) menghadiri Peresmian Kantor Penghubung Komisi Yudisial Wilayah Sumut di Jalan STM No 74 Medan, Ketua KY Dr.Aidul Fitriciada, SH., M.Hum dan Gubsu Erry Nuradi menandatangani prasasti peresmian Gedung Kantor KY Sumut Medan.

Acara peresmian ini dihadiri Gubsu, Erry Nuradi dan Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan FKPD Prop Sumut dan Ketua PN dan PA terdekat serta tamu undangan lainnya. Ketua KY dalam sambutannya menyampaikan, 160 laporan dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) di Sumut, Komisi Yudisial (KY) ‘cuma’ memberikan sanksi ringan berupa teguran kepada 11 wakil tuhan di dunia itu. Hal itu dikatakan oleh Ketua KY, Aidul Fitriciada Azhari saat meresmikan Kantor Penghubung KY Wilayah Sumut. “Yang diberi sanksi itu hanya 11 hakim dan itu pun pelanggaran ringan.

          Jadi ini banyak faktor kenapa laporannya besar ya karena banyaknya pencari keadilan di Sumut ini,” kata Aidul. Aidul menambahkan, peranan Kantor Penghubung KY Sumut sangat memiliki andil besar perihal menerima laporan para ‘hakim nakal’. Laporan itu didasari tingginya angka para pencari keadilan tentang ketidakpuasannya tehadap keputusan majelis hakim. “Boleh jadi memang karena banyaknya orang yang mencari keadilan di Sumut ini dan tidak puas dengan hasilnya,” tambahnya. Faktor utama terjadinya pelanggaran itu bisa jadi karena integritas merupakan hal yang sangat penting bagi hakim guna mencegah agar tidak terjadi dugaan pelanggaran kode etik. “Boleh jadi hakim kurang memahami kode etik. Misalnya. hakim sangat mudah sekali bertemu dengan para pihak. Kalau yang pemahamannya rendah, barangkali menganggap biasa saja,” ungkapnya.

         Untuk mencegah menimbunnya laporan yang dilakukan para ‘hakim nakal’ pada tahun 2017 ini, KY akan mensosialisasikan pencegahan dan berupa penindakan agar meminimalisir terjadinya pelanggaran. Selain itu, sosialisasi tersebut juga bertujuan memberikan kepuasan bagi para pencari keadilan yang selama ini selalu merasa tidak puas. “Karena itu sosialisasi kode etik sangat penting karena pada tahun ini kita akan mensosialisasikan pencegahan, termasuk di dalamnya melakukan penindakan kapasitas laporan pelanggaran kode etik terutama pada daerah-daerah yang laporannya tinggi,” tandas Aidul.          (Humas: Drs. Ahmadi Yakin Siregar, SH)

  • selamat-saiful
  • selamat-muslih
  • selamat-rizal
  • ucapan-kpta
  • Duk-Ellyda
  • ucapan-waka-pta
  • ucapan-wisuda
  • duk-likwan
  • sel-rivai